Selasa, 16 Juni 2009

TEORI TENTANG UANG



TEORI TENTANG UANG

Gold dinar

Disusun oleh : Iksan Panji Y

Jurusan Muamalat

Prodi Perbankan Syariah

Fakultas Syariah dan Hukum

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

2008

Pendahuluan

Untuk mengetahui kebutuhan hidupnya, masyarakat tidak dapat melakukan semuanya sendiri, ada kebutuhan yang dihasilkan oleh pihak lain, dan untuk mendapatkannya seorang individu menukarkannya dengan barang atau jasa yang dihasilkan.

Pada awalnya manusia memenuhi kebutuhannya sendiri yang disebut masa prabarter, namun dengan semakain bertambahnya kebutuhan dan populasi manusia maka terjadi pertukaran barang yan gdisebut barter. Seiring dengan kemajuan jaman, merupakan suatu hal yang tidak praktis jika seseorang harus menemukan orang yang barang dibutuhkannya dan diwaktu bersamaan membuthkan barang dan jasa yang dimiliknya (double concidense of wants), dan ini akan mempersulit muamalah antar mansia, karena diperlukan suatu alat tukar yang dapat diterima oleh semua pihak. Alat tukar ini disebut uang.

Dalam makalah ini akan diuraikan pandangan dua kutup ekonomi, yakni ekonomi konvensional dengan ekonomi Islam tentang pandangan mereka menganai uang. Pandangan konvensional mengenai teori uang telah memiliki formula khusus untuk dapat dijelaskan oleh mereka sendiri, namun formula itu dapat dijelaskan dan dapat kita pilih mana yang paling sempurna dengan penyempurnaan dari Islam tentunya.

A. UANG DALAM EKONOMI KONVENSIONAL

Uang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu uang kartal dan uang giral. Uang kartal adalah uang berbentuk logam dan atau kertas yang memiliki nominal terrentu. Sedangkan uang giral adalah uang yang berbentuk deposit pada bang yang dapat diambil menggunakan cek. Lebih daripada itu uang telah berkembang lagi yaitu uang yang berbentuk kartu debet, kartu kredit, giro, bilyet, dan lain-lain.

Uang mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap ekonomi moneter suatu Negara. Jumlah uang beredar dalam suatu Negara mempengaruhi tingkat harga pada pasar dan juga tingkat inventasi. Kebijakan moneter akan sangst berpengarauh pada permintaan agregat kan output barang dan jasa.

v Teori permintaan uang konvensional

1. Teori permintaan uang Irving Fisher

Dlama eori Irving Fisher uang adalah flow concept, bukan stock concept. Menurut irving fisher dalam transaksi jalu beli akan terjadi pertukaran barang/ jasa sehingganilai dari uang yang ditukarkan pasti sama dengan niloai barang dan jasa yang ditukarkan.[1]



Rounded Rectangle: M V = P T M= jumlah uang V= tingkat perputaran uang P= tingkat harga barang T= jumlah barang yang diperdagangkan


Teori ini menurut pemakalah adfalah eori yang Islami, pendapat ini dilandasi kehebatan teori ini yang menyatakan kecepatan perputaran uang memiliki pengaruh yang besar untuk meningjkatkan keuntungan. Sehingga uang tidak hanya ditumpuki. Entah Irving Fisher menyadari atau tidak teori ini namun ini lah kecanggihan teorinya yang Islami. Hal ini dapat dibuktikan dengan M V = P O = Y

2. Teori Permintaan Uang Menurut Cambrige

Menurut teori yang dikemukakan oleh Marshall dan Pigou ini uang adalah penyimpan kekayaan. Sehingga



Rounded Rectangle: M= k P T M= jumlah uang K= 1/v= demand for holding money P= tingkat harga T= jumlah barang yan gdiperdagangakan


3. Teori Permintaan Uang Menurut Keynes

Keynes menyatakan individual choice seseorang itu ditentukan oleh tiga motif, yaitu money demand for transactions, money demand for precautionary, money demand for speculation.

v Time Value of Money

Pt = P0 (1+r)

Dlam ekonomi konvensional dikenal adanya Time Value of Money, namun dalam Islam yang dikenal adalah economic value of time. Time value of money ini sangat salah karena mengambil dari ilmu teori pertumbuhan populasi dan tidak Finance.

FV = PV (1+r)

Rumus pertumbuhan populasi diadopsi langsung dengan rumus untuk menghitung Future Value of Money

Bagaimana mungkin uang bisa tumbuh seperti populasi makhluk hidup. Sedangkan uang hanyalah benda mati.

B. UANG DALAM EKONOMI ISLAM

1. Perbedaan Uang dalam konsep Konvensional dan Konsep Islam

Sebelum jauh melangkah, Ir. Adiwarman A. Karim SE. MBA. MAEP menuliskan perbedaan tentang uang dalam pandangan konvensionl dan konvensional.[2]

Konsep Islam

Konsep Konvensional

§ Uang tidak identik dengan modal

§ Uang adalah public goods

§ Modal adalah private gold

§ Uang adalah folw concept

§ Modal adalah stock concept

§ Uang seringkali diidentikkan dengan modal

§ Uang (modal) adalah private goods

§ Uang (modal) adalah flow concept bagi Fisher

§ Uang (modal) adalah stock Concept bagi Cambrige School

Dalam konvensional uang sering kali diidentikkan dengan modal (private goods), sementara dalam Islam uang adalah Publik goods. Uang dapat digunakan oleh siapapun uang bukan barang monopoli seseorang.

Ø Money as Flow Concept

Uang adalah sesuatu yang mengalir. Uang yang diputar untuk kepentingan produktif akan dapat menimbulkan kesejahteraan alam amsyarakat. Saat uang ditahan maka akan menimbulkan macetnya roda ekonomi.

Ø Money as Public Goods

Uang adalah barang untuk masyarakat umum. Siapapun berhak mengunakan uang. Oleh karena itu Islam sangat melarang menumpk uang. Karena akan menghambat orang lain dalam menggunakan uang.

Menurut AL-Ghazali dan Ibn Khaldun, definisi uang adalah apa yang digunakan manusia sebagai standar ukuran nilai harga, media transaksi pertukaran, dan media simpanan.[3] Berdasarkan definisi tersebut akan timbul pula syarat-syarat uang antara lain dapat diterima oleh semua lingkungan, nilainya stabil, uang tidak dapat dijadikan komoditi.

2. Ada lima jenis uang, antara lain:

* Uang Komoditas (Commodity Money) Hewan, tanaman, barang, dll

* Uang Logam (Metallic Money)Dinar, dirham, fulus

* Uang Kertas

* Uang Bank (Bank Money)Cek, deposit, rekening,dll

Dari keempat jenis uang diatas, uang logam memiliki nilai yang paling stabil, tahan lama, dan dapat diteriam semua masyarakat dibelahan bumi manapun.

o Dinar dan dirham sebagai mata uang Islam.

Hanya dinar dan dirham yang disebut sebagai mata uang dalam al-Qur’an. Dinar dan dirham sebagai mata uang logam dipilihkan Allah karena memilik kelebihan-kelebihan, antara lain:

* Bisa dileburkan ulang

* Tidak mudah rusak

* Mudah dibawa dibanding dengan uang komoditas

* Artistik

* Emas adalah logam terbatas sehingga meningkatkan nilai tukar

* Emas bersifat relatif tetap pada kekuatan nilai tukar

* Kesamaan total dalam unit-unit uang

* Harga-harga penukaran asing yang stabil jika menggunaan sistem emas (gold standar)

3. Pandangan Ulama Tentang Uang

a. Uang di Zaman Ibnu Taimiah

Ibnu Taimiyah dalam kitabnya “ Majmu Fatwa Syaikhul Islam” menyampaikan lima butir peringatan penting apabila uang digunakan sebagai komoditi (saat itu dalam kerajaan Mamluk telah ada uang kertas). Antara lain;

1) Akan Memicu Inflasi,

2) Hilangnya kepercayaan orang terhadap stabilitas nilai mata uang akan mengurungkan niat orang untuk melakukan kontrak jangka panjang dan mendzalimi golongan berpenghasilan tetap, seperti pegawai atau karyawan.

3) Perdagangan dalam negeri akan menurun akibat kekhawatiran stabilitas nilai uang.

4) Perdagangan internasional akan menurun.

5) logam berharga (emas & perak) yang sebelumya menjadi mata uang akan mengalir ke luar negeri.[4]

b. Uang Menurut Al-Ghazali

* uang tetap dibutuhkan walaupun masih menggunakan barter

* uang tidak mempunyai harga namun merekflesikan harga semua barang

* mengecam peredaran uang palsu

* boleh menggunakan mata uang selain emas dan perak asla disahkan oleh pemerintah

c. Uang menurut Ibnu Khaldun

* kekayaan Negara tercermin dari tiangkat produksinya, bukan banyaknya uang yang dicetak

* uang tidak perlu mengandung emas atau perak, namun emas dan perak menjadi standar nial uang

* menyarankan agar konstannya harga emas dan perak

d. Uang Menurut Al-Magrizy

Membagi inflasi menjadi dua jenis:



Rounded Rectangle: Inflasi akibat berkurangnya barang Inflasi akibat kesalahan manusia korupsi dan administrasi yang buruk Pajak yang memberatkan para petani Jumlah fullus yang berlebihan



4. Teori Permintaan dan Penawaran Uang

a. Teori permintaan uang menurut Mazhab Iqtishaduna

Permintaan uang hanya untuk dua tujuan pokok, yakni; transaksi dan berjaga-jaga atau investasi.

Md = Mdtrans + Mdprec

b. Permintaan uang menurut Mazhab Mainsteam

Permintaan uang dalm mainstream ini juga hanya dikategorikan dalam dua hal, transaksi dan berjaga-jaga. Namun permintaan akan uang akan semakin meningkat manakala masyarakat pendapatannya naik, tentu saja bagi pendapatan tertentu yang terkena zakat.

Uang dalam bentuk kas akan dikenakan biaya., hal ini mendorong agar uang dalam bentuk kas itu diproduktifkan.

Penawaran uang diatur sepenuhnya oleh pemegang keuangan Negara. Lembaga ini wajib menjamin adanya keseimbangan antara permintaan dan penawaran uang.

c. Permintaan uang menurut Mazhab Alternatif Kritis

Menurut Choudury (1997;14) permintaan uang adalah seluruh representasi dalam kebutuhan transaksi dalam sector riil. Semakin tinggi kapasitas dalam sector riil meningkat, maka permintaan akan uang akan meningkat.

5. Economic Value of Time

Islam tidak mengenal time Value of money yang menganak-pinakkan uang seperti makhluk hidup. Islam mengenal Economic Value of Time apabila waktu tersebut dimanfaatkan untuk berproduksi atau menambah factor produksi.



[1]

[2] Ir. Adiwarman A. Karim SE. MBA. MAEP, Ekonomi makro Islami, Jakarta: Rajawalipers. Hal 79

[3] Ibid hal 80

[4] Eko Suprayitno, EKonomi Makro Islami,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar